BUKAN RPP MERDEKA BELAJAR (GURU PENGGERAK 4.0)

"Mas Menteri" telah mengeluarkan Surat Edaran atau Siaran PERS Nomor: 408/sipres/A5.3/XII/2019 tentang penetapan Empat Pokok Kebijakan Pendidikan “Merdeka Belajar” dimana salah satu pokok kebijakan tersebut adalah mengenai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang selama ini dianggap cukup membebani administrasi guru. Selanjutnya Siaran Pers ini dipertegas kembali dengan Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 Tentang Penyederhanaan RPP.

Untuk RPP kedepannya, Kemendikbud akan menyederhanakannya dengan memangkas beberapa komponen. Dalam kebijakan baru tersebut, guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP. Tiga komponen inti RPP terdiri dari tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen. “Penulisan RPP dilakukan dengan efisien dan efektif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri. Satu halaman saja cukup,” kata Mendikbud. Terlepas dari pro-kontranya, tapi itulah kebijakan yang ada saat ini

Hasil diskusi online di telegram https://t.me/gurupenggerak pada hari Jum'at, 21 Februari 2020 yang mengambil tema "Inspirasi RPP (Unit Plan, Lesson Plan dan Action Plan) dan RPP Berbasis Computational Thinking " namun karena keterbatasan waktu maka baru sempat dibahas materi yang pertama yakni Inspirasi RPP (Unit Plan, Lesson Plan dan Action Plan) . Berikut ini kami sajikan hasil diskusi dalam format Q/A.

Fathur Rachim:
Hari ini melalui group guru penggerak ini kami ada membagikan dua buah file mengenai Buku Saku RPP (download) dari Dirjen PAUD dan Dikdasmen serta Inspirasi RPP (download) dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar), semoga bapak/ ibu sudah membacanya semua.

Namun malam ini kita tidak akan membahas hal tersebut. Kita akan coba keluar dari pakem tersebut, kita akan coba keluar dari zona tersebut. Sehingga ada baiknya tanggalkan dulu sementara tentang pengetahuan kita tentang kurikulum 2013 beserta turunannya termasuk RPP yang dinaungi oleh standar proses yang selama ini bapak/ibu fahami. Ok sepakat ya, karena jika tidak selalu akan terjadi benturan, setelah materi tuntas barulah keputusan ada ditangan bapak/ibu untuk mengadaptasinya atau tidak.
Malam ini saya akan fokus kepada RPP dari sudut pandang buku tersebut. Saya akan awali paparan saya dengan beberapa buah pertanyaan kepada bapak/ibu semua. 
Pertama: Kapan RPP dibuatnya ?
Kedua: RPP dibuat untuk berapa banyak? Apakah untuk satu semster / satu tahun?

Audiens:
Sri Yuliarsih : Di awal semester, Mulyatno: Saat kita akn mlakukan pmbelajaran. Hariyantoni Toni: Sebaiknya seminggu sebelum mengajar.. Biar ingat dan fresh, Sri Yuliarsih:Satu tahun,,,, Nurul Ernawati: Di awal semester jadi 1 tahun buat 2 kali, Sudi Manullang: Dibuat sebelum masuk ajaran baru dan dibuat untuk 1tahun, Maftukhin: RPP dibuat sebelum pembelajaran dimulai di awal semester, Jaff: Sebelum memulai tahun ajaran, Nisa Alfatih: Sebelum pembelajaran, SANIATI DJAMALU:RPP dibuat di awal tahun ajaran, Bunda Tri:Menjelang KBM, bisa 1 hari sblmnya, Muiz Ghifari: Di awal tahu  ajar, Julius Risambessy: RPP di buat awalsem, Endon: Setelah jadwal pembelajaran diterima, Marwan EduTech Madrasah Jember: Biasanya saya menyesuaikan RPP yang sudah ada maksimal H -1 pembelajaran, Robiatul A 22:Awal semester, Budyo Leksono:Setiap akan memulai pembelajaran, AMAN SURATMAN:Diawal tahun pelajaran untuk 1 tahun.

Audiens:
Siti Hidayah: Sebelum masuk semester baru, untuk satu semester, Yulaina Nurramadhani: Awal pembelajaran, Hariyantoni Toni: RPP dibuat sesuai kebutuhan setiap kali akan mengajar, Yuliana Rahayu:Satu Minggu sebelum pembelajaran idealny, Annita Meilina: RPP dibuat di awal semester. Pd praktinya membuat rpp sebelum pembelajaran bercermin pada pembelajaran sebelumnya, Julius Risambessy:Utk tiap kali mengajar, Sri Yuliarsih:Realistisnya spt itu. Indah QA:Sebelum proses pembelajaran, paling tdk seminggu sebelumnya, Euis Kusniar Hidayah: Sebelum masuk semester, Dibuat satu semester. Joko Susilo: saat akan melaksanakan pembelajaran

Fathur Rachim:
Baiklah, pertanyaan saya berikutnya, Jika dibuat awal semester alasannya apa?, jika dibuat saat akan mengajar alasannya apa ?

Bu Herlina IN GP:
Dari pak Santoso adi dr sma 1 balikpapan, "tlg tanya di buku saku rpp poin ke 3 Guru tdk wajib buat silabus maksudx apa" ya tks (Dijawab diakhir)

Audiens:
Yuliana Rahayu: Jika dibuat saat akan mengajar masih akan melekat diingatan kita, SANIATI DJAMALU:di awal semester supaya kita sudah punya persiapan diri apa yg akan kt lakukan di kels pd pertemuan pertama, NASIR,S.Pd.:RPP dibuat setiap mau mengajar idealnya, Robiatul A 22: Di awal semester krn utk gambaran program ke depan sekaligus menyesuaikan prota dan program semeater, Nurul Ernawati: Rpp rencana. Jd waktu pelaksanaan bisa sedikit berubah untuk revisi tahun berikutnya, Maftukhin: Pelaksanaannya dibuat sehari sebelum kbm dimulai, Budyo Leksono: Dibuat saat akan mengajar, karena kita mengenal betul situasi dan kondisi kelas yang akan kita sajikan tujuan pembelajarannya, Jaff: Awal tahun kita punya cukup waktu dan dapat direvisi saat sebelum mengajar, Yeni Fitri: Dua hari sebelum pembelajaran untuk setiap kali pertemuan, Ardian Novianti: saat akan mengajar agar rpp sesuai dg kondisi yg ada



Audiens:
Sri Yuliarsih:Mengcover seluruh kd yg ingin di sampaikan tanpa ada yanb terlewati, kemudian lebuh mudah evaluasinya dalam tiap minggu ttg capaian yg kita lakukan falam tiap kdnya, Hariyantoni Toni: Dibuat sebelum mengajar biar kita ingat materinya dan selalu update dengan perkembangan zaman.  Jika tuntutannya pokok bahwa rpp hrs efisien,  praktis dan efektif,  maka rasanya guru akan mampu menyusun rpp mak seminggu sebelum pembelajaran, Euis Kusniar Hidayah:Rencana satu semester supaya sesuai Kaldik. Tapi setiap mau mengajar kemungkinan ada perubahan, Mulyatno: Saat akn mngajar krn saat itulah kondisi trkini. Shg diharapkan RPP yg kita rancang benar2 sesuai dg kondisi yg ada. Julius Risambessy: Awal sem krn bth kalender dr kur Sri Yuliarsih:Rancangan di awal,,,,update selama proses

Audiens:
SANIATI DJAMALU:di awal semester juga supaya kita bisa mlkukan perhitungan jml pertemuan sesuai dgn jml minggu efektif, Yulaina Nurramadhani: Saat awal semester itu perencanaan saja untuk persiapan tp masih bisa kita perbaiki jika ada perubahan rencana beberapa hari sebelum action.

Fathur Rachim:
ok cukup, terimakasih, jawabannya sangat variatif sekali. Mungkin kita perlu mundur sedikit kebelakang, untuk melihat kembali mengapa sampai kebijakan ini dikeluarkan. Ada beberapa hal penyebabnya :

  1. RPP dianggap dibuat hanya untuk administrasi sekolah, administrasi ke pengawas/dinas atau administrasi Akreditasi.
  2. RPP yang dimiliki guru diindikasikan membeli dari penyedia jasa RPP
  3. RPP yang dimiliki guru copy-paste dari milik guru lainnya
  4. RPP yang dimiliki hanya merubah tahunnya saja
  5. RPP yang ada sangat banyak dan menghabiskan kertas (ATK)
  6. RPP yang ada dianggap membatasi guru dalam berkreasi dan berinovasi di kelas
  7. RPP menggunakan model yang kadang mengikat dengan sintak-sintaknya
  8. RPP tidak dilaksanakan di kelas
Sekarang menurut bapak ibu apakah beberapa penyebab diatas benar adanya atau itu hanya sakwasangka saja?

Audiens:
Dian:sangat benar sekali pak, SANIATI DJAMALU:Betul 1000%, Yuliana Rahayu:Benar mas, Mulyatno:Benar semuanya, Dwi Khusnawati S.Pd.SD:Yesss, Ratri Ferawati:Benar, Agus Wahyu Aningsih:Betul sekali, Robiatul A 22:Benar, Triyem SMA 112 Jakarta:Betul Pak Fathur, Siti Hidayah:Tidak semuanya benar dan juga tdk semuanya salah, Jumaena:Itu benar pak, Maftukhin: Benar adanya seperti itu, Sri Yuliarsih:Saya yakin 99,999% benar, Deni Info Sby:Benar pk guru, Jaff:
Itu fakta. Kadang format yg kita buat disalahkan sama pengawas.

Audiens:
Afrohah Subhan:Bener pakek banget pak...., Yenni Yunartin:Betul banget pk, Sahri Irhas: Benar sekali,,, hanya sebagai kewajiban administrasi, Nisa Alfatih:100%benar, Ardian Novianti:πŸ’―, Jaka Wijaya: Hampir semua penyebabnya benar adanya dan seperti itulah kondisi di sekolah tempat saya mengajar, Jaff: Bertentangan dg asas "Guru bebas  membuat, memilih,  mengembangkan, dan  menggunakan RPP sesuai  dengan prinsip efisien, efektif,  dan berorientasi pada murid"

Audiens:
Joko Susilo:benar, Coding Aryani:Benar pak, NASIR,S.Pd.:, Kok tau, Sudi Manullang: Faktanya dilapangan ya seperti itu, Yulaina Nurramadhani: Benar, Yeni Fitri: Betul sekali pak...πŸ‘πŸ‘, Ndak Ntt Waka: sangat setuju sekali pak. Setiap KBM rppnya jarang di bawa ke kls., Pak Abd Kadir AlMakki: Fakta dilapangan tidak banyak guru menggunakan RPP yang sudah dibuatnya, maka jawabannya benar , Euis Kusniar Hidayah: Banyak benarnya 😁Makanya kalau di sekolah saya Selain RPP diminta membuat juga Agenda Kegiatan guru tiap hari, Sri Yuliarsih: Fakta lain adalah banyak guru yg tidak bisa membuat RPP, Netrita Cuit: Benar adanya.. Hariyantoni Toni: so far it is right sir, Etik Riyaningsih: Benar sekali bahwa RPP rata rata tidak dibawa dikelas hanya pelengkap administrasi, Hariyantoni Toni: Ada yg punya rpp tapi gak ngerti isinya


Fathur Rachim:
Baiklah terimakasih untuk responnya, dan sepertinya bpk/ibu semua sepakt dengan pernyataan itu.

Audiens:
Marwan Jember: minimnya pelatihan dan pengetahuan tentang rpp di daerah saya , Laila Amrulia: Benar sekali. RPP hanya sebagai pelengkap saja. Kadang ada juga guru yg tdk mambaca isinya. Maftukhin: Dibuat di awal tahun pelajaran, ditandatangani, lalu disimpan. , Sri Yuliarsih:Rpp itu planning,,,sebuah grand design,,,jika kita gagal dengan rancangannya tentu saja hasilnya kita sudah bisa bayangkan  sendiri, Hariyantoni Toni: Kadang pelatihan bukan buat rpp tapi ngerjakan LK.. Mana bisa begono..., saiipool: Memang masih banyak guru yang tidak menggunakan RPP.  *kata guru senior* Jadi, pertanyaannya adalah. Apakah diri kita menjadi bagian dari guru tersebut atau guru yang mau berubah.

Pa Rivai :
Kalau saya melihatnya dari dua hal. 1. Bagi guru yg punya rpp tapi tidak dibuat maka rpp itu hanya sebatas dokumen tagihan. 2. Bagi guru benar benar merancang rpp maka kelompok ini pasti akan menggunakan rrp dalam pembelajaran.

Hariyantoni Toni:
Coba sekali sekali pelatihan buat rpp sampai tuntas trus dipraktekkan,  narasumber atau fasilitator ajak diskusi bukan cerama lebar panjang,  ini kondisi selama ini yg sering kita jumpai.

Fathur Rachim:
Baiklah pertanyaan saya selanjutnya adalah, Ssaat ini banyak RPP beredar yg "mengclime" sebagai RPP Merdeka Belajar, kira-kira bagaimana menurut pendapat bapak/ibu? Sama sajakah dengan RPP-RPP sebelumnya atau memang berbeda?

Audiens: 
Budyo Leksono: Sama saja dengan yang sebelumnya. Yang membuat kita  merdeka adalah jika kita bebas menentukan rancangan desainnya.., Pai Sitanggang : Bagi Kami RPP adalah bukti profesional guru dan sebagai dasar sebelum mengajar, Sri Yuliarsih: Kalo yang ikut PPG yang baru _baru ini,,,,insyaallah pasti merasakan proses Rpp yang sesungguhnya....tetapi tetap saja pada pengaplikasiannya masih perlu di downgrade sesuai sekolah, Laila Amrulia: Tujuan mungkin sama, cuma desainnya saja yg berbeda. Yg baru lebih simpel dan mudah dipahami., SANIATI DJAMALU: Terasa bedanya Pak. Perasaan kita saat membuatnya jauh lebih nyaman, ringan dan ada nilai kemerdekaanya dibandingkan dgn sebelumnya,  Mulyatno: Berbeda dlm hal jumlah halamannya, lbih sederhana tpi isinya blm benar2 merdeka,

Audiens:
Pa Rivai :Bagi guru yang punya konsep pemahaman dn menyadari sepenuhnya bahwa rpp adalah sebuah tugas profesi melekat dalam sebuah manajemen pembeljaran maka membuat rpp tidak menjadi beban bagi dirinya. Kenyataannya masih bnyak guru yg melaksanakan tugas itu dengan baik, Sri Yuliarsih: 2 versi sebenarnya,,,yg aplikatif dan administratif, Saiipool: Beda atau tidak, yang penting jangan keluar dari jalur yang sudah ditetapkan. Mengingat RPP sudah disederhanakan. 😁 , Yeni Fitri:Kalau sbg guru kita hanya copy paste RPP yg ada, sama saja, dimana letak merdeka nya..., Annita Meilina: Saya menangkapnya penyederhanaan RPP ini membuat guru lebih ringan dalam administrasi sekolah tapi mendorong guru lebih kreatif dalam melaksanakan pembelajaran. Tidak terikat dengan kekakuan administrasi dan sintak-sintaks yang selama ini diharuskan ada di RPP.

Fathur Rachim:
Baiklah pertanyaan saya selanjutnya adalah. Apakah tujuan bpk/ibu buat RPP? terlepas dari bentuknya, banyaknya, modelnya dsb

Audiens:
Bu Fitri Savero: Jika RPP dibuat diawal semester utk pertemuan selama 1 tahun rasanya kurang logis. Kadang model pembelajaran yang kita rencanakan berubah setelah melihat kondisi siswa sebelumnya.  Sehingga akhirnya TDK sesuai dg apa yg direncanakan.. Yeni Fitri: Jadi memang sbg guru kita harus buat sendiri sesuai dgn kreatifitas kita dan menyesuaikan dgn kondisi siswa dan sekolah kita, Agus Wahyu Aningsih: Setuju bu disesuaikan dg kondisi siswa n sekolah kita, Sri Yuliarsih: Rpp menjadi sebuah aktifitas yg menyenangkan sebenarnya ,,,,banyak challenge disana dan hal yang indah membayangkan anak anak dg penuh antusiasme mengikuti pelajaran kita tanpa terasa sebagai sebuah siksaan,,,disinilah peran rpp diharapkan

Audiens:
Pai Sitanggang: Sebetulnya buat RPP 1 Kd itu setengah jam cukup, yang sulit adalah memastikan bahwa rpp itu betul betul menghantarkan untuk mencapai tujuan pembelajaran, dan diasses selama proses pembelajaran. SANIATI DJAMALU: Sebagai kompas dalam PBM: apa dan bagaimana seorang guru mengelolah kelas yg diajarnya. Yeni Fitri: Sebagai rencana langkah atau kegiatan yg akan kita lakukan dlm proses pembelajaran, Hariyantoni Toni: Tujuan jargon Merdeka belajar inikan sesungguhnya agar pola pikir kita yg Merdeka sehingga bebas berinovasi dan berkreasi sesuai dengan kondisi siswa kita namun tetap memperhatikan apa yg dipersyaratkan oleh pemerintah. Begitu kira2 pemahaman saya..

Audiens:
Mulyatno: Agar pmbelajaran brjalan efektif, yaitu tercapai tujuan pmbelajaran yg kita inginkan. Euis Kusniar Hidayah: Sebagai langkah dalam mengajar , sampai mengevaluasi hasil proses mengajar, Robiatul A 22: Untuk batasan materi pokok bahasan per hari/ jam kita sesuai tdk dg jam yg sdh ditentukan, Ratri Ferawati: Tujuan Rpp untuk memudahkan kita melaksanakan proses KBM dan penilaiannya, Bu Fitri Savero:Untuk acuan kita mengajar. Tapi jika ada yang TDK sesuai dg rencana awal.. boleh kan kita merubahnya ditengah jalan

Pa Rivai :
Ketika berbicara bahwa rpp disuaun secara rijit kemudian sekrang disederhanakn berdasarkan se 14 tidak akan menjadikan dia berbenturan. Karena kata kunci adalah. Rpp bagi guru adalah rencana sebagai oanduan dalam mengajar. Sehingga kata kunci apabila rpp terswbut bagaimanapun bentuk sederhana sjiannya tapi bagi guru tersebut dengan penuh keyakinan dlaam implementasi penggunaan bisa dilaksanakan maka rpp itu beefungsi standar

Audiens:
Laila Amrulia: Untuk memperlancar proses belajar mengajar. Annita Meilina: RPP bagi saya adalah gambaran/rancangan untuk melaksanakan pembelajaran. Pada praktiknya belum tentu sama persis. Namun arahnya jelas. Tujuannya apa yang ingin dicapai, Dian: saya rasa mmg berbeda pak....krn diRPP sebelumnya itu tidak ada profil siswa dan profil ortu yg bisa mendukung pembelajaran. jika kita paham profile untk mengajar kita paham kondisi siswa dan ortunya. gambaran singkatnya begitu. Arman Tirtajaya: Baiklah pertanyaan saya selanjutnya adalah. Apakah tujuan bpk/ibu buat RPP? Tujuan saya adalah sebagai panduan agar tidak salah arah dalam melangkah/mengelola pembelajaran.

Audiens:
Robiatul A 22: Apakah dg rpp tersebut siswa pembelajar benar2 memahami ilmu yg sdh kita berikan, Suryanto: Untuk Menjadi Acuan dlm melaksanakn proses pembelajaran, Agus Wahyu Aningsih:Sebagai acuan kita untuk mrngajar.dan memperlancar proses belajar mengajar, Sri Yuliarsih: Agar tujuan tiap Kd yg ingin dicapai bisa terlaksana dan dikuasai oleh PD, Budyo Leksono: Sebagai rambu melaksanakan kegiatan pembelajaran agar efektif mencapai tujuan pembelajaran, Yulaina Nurramadhani: Merencanakan cara agar siswa mendapatkan konsep/ materi, Arwis Yuliana: Sebagai acuan kita dalam mengajat pada hari itu, Marwan Jember: Tujuannya untuk membuat proses belajar dan transfer pengetahuan bisa diterima semua peserta dan tidak keluar dari materi dan tujuan

Fathur Rachim:
Ok terimakasih sekarang off lagi ya, Andai boleh saya analogikan bahwa RPP itu adalah seperti sebuah PETA, sehingga ketika saya ingin menuju kesuatu tempat dapat dengan mudah menemukan tempat dan menuju ketempat tersebut.

Namun apa yang terjadi jika ditengah perjalanan ketika saya menuju Desa A yang harus melewati sebuah jembatan yang menghubungkan antara Desa A dengan Kota B, namun jembatan penghubung tersebut roboh? Tentu saya akan mencari jalan atau jalur alternatif....

Bu Herlina IN GP:
Nah kan jd beda ama peta yg ada (rencana awal). Itu gimana donk pak?

Fathur Rachim:
Atau kasus lainnya, Bagaimana pula tatkala saya asyik mengajar dikelas dan baru masuk 30 menit lalu tiba-tiba kepala sekolah memanggil saya hingga jam mengajar saya berakhir dikelas tersebut. Apa yang harus saya lakukan pada saat pertemuan berikutnya di kelas tersebut?

Bu Herlina IN GP: (Tanggapan Audiens)
Mencari jalan lain yg relatif aman hingga sampai pada tujuan tanpa kurang suatu apapun
(Annita, SMAN 1 Padarincang)

Fathur Rachim:
Itulah tadi kenapa diawal saya tanyakan, Kapan sebaiknya RPP itu dibuat ? Diawal semester atau saat akan mengajar?

Audiens:
Jaff: Revisi, SANIATI DJAMALU: Sebelum Mengajar: sehari sebelum mengajar, Heli: RPP ditandai sampai saat keluar kelas. Marwan Jember: Berarti rpp di buat, maksimal sebelum memulai pembelajaran, Nurhadi : H-3 , Pai Sitanggang :H min 1, Dian: RPP dibuat sehari sebelumnya...jika mengalami perubahan saat mengajar brt kita perlu merevisi dan mengulang kembali dimateri yg berikutnya. krn di k13 itu materi banyak yg diulang2, Marwan Jember: ketika proses pembelajaran bisa dilakukan catatan sebagai revisi, Joko Susilo: sebelum mengajar

Audiens:
Agus Wahyu Aningsih: Klu membuat rpp saat akan mengajar atau seharibsblm mengajar tentu akan repot krn bgmana klu sehari ngajar di kelas yg berbeda dan tingkat yg berbeda pula, Bu Fitri Savero:
Sebaiknya RPP dibuat sehari sebelum pelaksanaan PBM di kelas. Idealnya, Laila Amrulia: RPP tetap dibuat di awal semester. Klu ada perubahan kita revisi lagi, sesuai dg kondisi terbaru. Tinggal mengedit. Sahri Irhas: Setiap mau mengajar,,, Mulyatno: Memang itulah hakikat perencanaan, tdk bsa 100% tepat saat pelaksanaan. Artinya, smakin bnyak dta yg ada saat prencanaan, smakin baik prencanaan bsa dibuat.

Audiens:
Korselius Boonde: Diawal semester sbgai RPP awal, direvisi  sblm belajar apa msh sesuai, dan setelah pbm diliat lg apa msh sesuai,  Yeni Fitri: 2 atau 3 hari sebelum mengajar, setelah itu direfleksi, Etik Riyaningsih: Sebagai persiapan dr proses evaluasi mengukur hasil yg diharapkan dan apabila dalam mengajar dikelas ada keperluan mendadak kita dapat memberikan tugas kepada peserta didik sesuai dgn RPP jd proses pembelajaran TDK facum, Ratri Ferawati: Di awal semester, kalo ada keperluanwndadak kita sdh ada lkpd yang terstruktur dan terbimbing yang bisa dikerjakan siswa. Dengan RPP yang lengkap kita bisa digantikan oleh guru piket.

Audiens:
Ardian Novianti: Membuat di awal pembelajaran setelah pembelajaran revisi jika ada yg tidak sesuai, Siti Hidayah: Awal smt atau h-1...tdk perlu dipermasalahkan, yg penting kalau ada perubahan saat mengajar,itu catatan revisi utk perbaikan rpp berikutnya..., Bu Fitri Savero: Tapi pada kenyataannya... Jarang banget ada yg mau merevisi, Annita Meilina: Perencanaan baiknya dibuat jauh hari. Tapi pada pelaksanaannya menyesuaikan kondisi siswa. Jadi revisi bisa saja dilakukan sebelum mengajar di kelas, Pai Sitanggang: Membuat catatan dan melanjutkan pada pertemuan pda pertemuan berikutnya, Afrohah Subhan: RPP yg telah dibuat bisa direvisi sesuai dg keadaan dilapangan.

Audiens:
SANIATI DJAMALU: Namanya sj RPP (Rencana...) berti terbuka kmungkinan bhw adanya Perubahan..., Sudi Manullang: Rpp itu ibarat kemudi. Tanpa kemudi kita gak akan tau kemana arah tujuan. Rpp tetap dibuat diawal semester. Klau kasus seperti itu ya rppnya harus direvisi. Namanya jga rancangan rencana pemblajar, Euis Kusniar Hidayah: Kendala itu sering terjadi. Selain ada RPP per semester,saya ada agenda KBM tiap hari. Tertulis di situ besok saya mau ngapain.., materi apa, dll. Kalau ada kendala misalnya ada acara mendadak saat mengajar, tentu ditulis untuk dikelas tersebut apa yang tertunda

Pa Rivai:
Rpp bisa dibuat diawal semester berkaitan dengan pengaturan alokasi waktu (kaldik) namun ketika akan digunakan maka dianalisis sesuai dengan kondisi yg akan dihadapi dengan dasar kondisi terkini. Kemudian bisa jadi dalam pelaksanaan pembeljaran guru mengjadapi kondisi yg berbeda maka pada saat pelaksaanpunltidak menutup kemungkinan perubahan utk menyesuaokan kondisi nyata saat itu

Audiens:
Robiatul A 22: Menurut saya, guru hrs membuat program ajar selama 1 th ke depan sbg target. Dan itu bisa diterapkan saat pembuatan program semeater sebelum membuat RPP, Siti Hidayah: Bagaimana mengupayakan agar rpp yg kita buat menjadikan siswa lebih kreatif... Eko Hariyono: RPP baiknya dibuat sebelum KBM dimulai... Melyani Dwi Astuti: Guru juga harus memiliki jurnal dan agenda selain RPP, Heli: RPP dibuat pd awal semester. Kita revisi bila ada perubahan, Robiatul A 22: Seandainya di tengah jalan ada hambatan insidental, guru hrs punya strategi atau antisipasi materi insidental, Mariana SMA Bakti Idhata: Sebaiknya dibuat sehari seblm pembelajaran kr apa yg ditls di rpp itulah yg akan dilakukan di kls,  Bu Fitri Savero: Mungkin... Jika kita menganggap setiap pertemuan kita seperti kita akan mbuat PTK.. itu lebih baik.. karena direncanakan sematang mungkin dan detail setiap akan dilakukan PBM.., Melyani Dwi Astuti: Kadang pengawas sekolah menentukan RPP yang harus kita buat

Fathur Rachim:
Oke, jika demikian pertanyaan saya selanjutnya, PERNAHKAH bapak/ibu merevisi RPP ditengah semester atau ditengah pelajaran ? Lalu Bagaimana bpk/ibu mengidentifikassi dan merubah RPP jika kelas paralel yang diajar banyak ?

Herlina Lim:
Tanggapan/Jawabannya variatif dan berimbang

Fathur Rachim:
Judul kita malam ini adalah Inspirasi RPP Guru Penggerak 4.0 (Unit Plan, Lesson Plan, Action Plan) dan nanti untuk Menulis RPP Berdasarkan CT akan disampaikan pak Indra.

Ada 3 istilah dalam perencanaan :
1. Unit Plan
2. Lesson Plan
3. Action Plan

Ketiga istilah tersebut di negara kita disebut RPP, Padahal 3 istilah itu memiliki karakteristik yang berbeda. Sekaligus menjawab pertanyaanya pak Adi Santoso (BPP), mengenai Silabus dalam Buku Saku RPP yang sudah dishare diatas, memang secara resmi kementerian tidak pernah mengeluarkan dan menerbitkan silabus.

Silabus yg ada dikita selama ini lebih kepada Unit Plan, dan Permen 37 itu lah yg lebih mirip dengan sylabus. RPP yg bapak/ibu buat selama ini itulah yg lebih mendekati Lesson Plan, dan bagaimana dengan Action Plan?

"RPP 1 Lembar" itulah yg lebih tepat untuk mendeskripsikan sebuah Action Plan. Sayangnya memang kita belum memiliki cukup kosa kata untuk menyebut semuanya itu dengan tepat karena kosa kata kita hanya satu untuk menyebut kesemuanya itu yakni RPP. Sehingga wajar saja terjadi sedikit kegaduhan tatkala RPP 1 lembar itu didengungkan.

Bu Herlina IN GP:
Nah, ada pertanyaan dr bu rabiatul smp 22 sby, apakah kita harus diarahkan agar membuat RPP untuk 1x tatap muka per kelas?

Fathur Rachim:
Untuk menjawab itu, besok lusa AGTIFINDO akan menyelenggarakan kegiatan 1001 Guru Ngoding. Pertanyaan saya apakah makna 1001 itu pesertanya hanya 1001? Patah 1 tumbuh seribu, apa iya maknanya persis 1000?

Tidak ada keharusan, Baliklah ketujuan untuk APA dan untuk SIAPA RPP itu dibuat?

Fathur Rachim:
Saya akan coba share 1 contoh format RPP, namun bapak ibu jangan fokus pada Tujuan, jangan fokus pada Kegiatannya dan jangan fokus pada Penilaiannya ya.... fokus dengan yg berwarna Kuning. (download)

RPP 1 lembar atau Action Plan adalah sebuah RPP "hidup" yg dinamis

Bu Herlina IN GP:
Jadi, RPP yang harus dibuat itu yang mana? Action, unit atau lesson?

Fathur Rachim:
Untuk RPP (action plan) akan sangat mubajir sekali jika dibuat diawal semester/awal tahun pembelajaran, karena selalu ada NOTES dan Refleksion , karena Siswa tiap kelas berbeda dan Kecepatan belajar siswa dikelas juga berbeda,,,,

Sehingga pasti akan selalu berubah, makanya RPP 1 lembar esensinya bukan masalah lembarnya..... tapi seberapa banyak CATATAN dan REFLEKSI yang bisa kita rekam, untuk perbaikan pembelajaran berikutnya.

Lesson Plan sebagai salah satu rencana induk memang harus dibuat diawal tahun atau awal semester sebagai rencana utuh kita, peta utuh kita. Namun Action Plan seyogyanya memang dibuat setiap akan mengajar dengan mempertimbangkan berbagai CATATAN yang ada pada ACTION PLAN sebelumnya. Dan ini adalah sebuah daur ulang (siklis) dari action plan.

Bu Herlina IN GP:
Nah, saya rasa itu menjawab pertanyaan dari pak nasir tentang banyaknya lembaran yg dibutuhkan.

Fathur Rachim:
Dari contoh RPP (Action Plan) tersebut diatas sebagai sebuah “perencanaan yang hidup”, ada empat hal yang penting untuk anda cermati, yakni :

  1. Tanggal; artinya RPP ini merupakan action plan harian atau perpertemuan, shingga sangat mungkin berbeda antara kelas pertama dan kelas paralel yang kedua dan seterusnya
  2. Kegiatan pembelajaran; tentunya kegiatan pembelajaran akan fokus pada aktivitas peserta didik dalam menerima atau membiasakan kecakapan abad 21 melalui alat yang dinamakan konten/materi pembelajaran
  3. Catatan/Rekomendasi; hal ini berfungsi untuk menuliskan catatan mengenai progres, kendala atau hal-hal yang harus ditindak lanjuti untuk pertemuan selanjutnya.
  4. Penilaian (assesment) : tentunya harus lebih variatif untuk dapat menjadi alat ukur yang tepat dalam mengukur proses pembelajaran guna perbaikan selanjutnya

Bu Herlina IN GP:
Dari pak Mulyatno: Jika d awal semester kita hrus buat lesson plan utuh n kmudian saat akan pmbelajaran kita hrus buat action plan, berarti beban administrasi kita jadi tambah dong???

Fathur Rachim:
Rasanya tidak bertambah karena bapak/ibu sudah memiliki RPP itu selama ini, kan tinggal rubah tahunnya πŸ˜… Mulailah dengan Action Plan dengan mengacu pada RPP yang selama ini bapak/ibu TELAH miliki.

Lalu bagaimanakah sebuah RPP (Lesson Plan) dibuat? Lesson Plan sendiri paling tidak terdiri dari dua jenis yakni Digital Lesson Plan dan Face to Face Lesson Plan. Untuk kita di Indonesia, mungkin masih belum akrab dengan istilah Digital Lesson Plan (DLP). Digital Lesson Plan bukan RPP yang tidak dicetak lagi, dan bukan pula RPP yang dibuat untuk bisa diakses secara digital. DLP lebih kepada pendekatan Pedagogi yang digunakan yang biasanya terhubung dengan Blended Unit Plan.

Bu Herlina IN GP:
Dari pak Joko Susilo: Apakah action plan disusun berdasarkan dari catatan dan refleksi dari pembelajaran sebelumnya? (Benar sekali)

Fathur Rachim:
Sebagai contoh dalam Digital Lesson Plan Pedagogy (DLPP) sebagai bagian dari Blended Unit Plan paling tidak ada empat macam model, yakni:
1. Direct Instruction
2. Constructivist
3. Inquiry-Based Science
4. Inquiry-Based Reading

Bu Herlina IN GP:
Tanggapan dr bu afrohah lamongan tentang RPP yang harus dibuat itu yang mana? Action, unit atau lesson?
Dari uraian pak fathur berarti qt guru ttp harus membuat silabus, rpp lama dan yg terbaru.. Biar ada  3 unsur tersebut

Fathur Rachim:
Silabus menurut Buku Saku RPP diatas kan tidak wajib,

Action Plan disini juga bertujuan untuk proses perbaikan atau dapat digunakan pula dalam remedial teaching

Bu Herlina IN GP:
Gimana kalau yg kelasnya banyak pak? Kan beda kelas-beda RPPnya?

Fathur Rachim:
Untuk itulah, action plan cukup 1 lembar dan isinya cukup, hari ini tujuannya apa yg akan dicapai, siswa sudah dapat apa kemarin serta masalahnya dan hari ini bagaimana mengajarkannya.

Bu Herlina IN GP:
Pertanyaan dari pa Jurumia: Tapi kalau pengawas melakukan supervisi harus lengkap mulai dari silabus sampai RPP

Fathur Rachim:
Tunjukan Silabus dan RPP tahun kemarin :D , Becanda pak, pengawas juga pasti sudah membaca dan memahami tentang buku saku RPP yg sudah dikeluarkan Dirjen

Ini adalah contoh format lesson plan , dimana juga terdapat NOTES.....

Bu Herlina IN GP:
Saya menangkapnya pembuatan action plan lebih seperti ke agenda/jurnal. Mohon koreksinya πŸ™
(Annita, SMAN 1 Padarincang), Gima nih pak?

Fathur Rachim:
Ada benernya.
Contoh Action Plan yg saya share diatas mengadaptasi dari lesson plan dan action plan jadi bisa menjawab pengawas dan bisa menjawab kebutuhan kelas.

Bu Herlina IN GP:
Lesson Plannya berarti mirip dengan RPP yg selama ini kita buat sebelum muncul yg nmy RPP 1 lmbr (SANIATI, Wakatobi)

Fathur Rachim:
Mirip, tapi silahkan dicermati , contoh format lesson plan yg saya share diatas, itu banyak dijadikan acuan oleh banyak sekolah diluar untuk mengembangkan lesson plan maupun action plan.

INGAT: esesnsinya bukan terletak pada formatnya... apalagi terhadap modelnya....

Kita kembali ketujuan RPP itu dibuat sebagai sebuah MAPS, jangan sampai RPP yg dibuat hanya sebagai pelengkap administrasi, jika demikian tidak ada bedanya antara RPP dahulu dengan yg 1 lembar.

Ok demikian paparan saya nanti lengkapnya akan saya bagikan. Ini hanya untuk membuka wawawasan kita bersama dan sebagai bentuk diskursus juga. Sekali lagi terimaksih bu LIna, bapak/ibu semua, mohon maf jika kurnag berkenan.

Inspirasi Bukan RPP Merdeka Belajar ! (download)

Related

viral 981497512669165668

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow us !

Trending

Terbaru

Komentar

item